Puluhan Warga Tertipu Skema Investasi WPONE, Kerugian Miliaran Rupiah
Labulianews.id (26/3/2025) Salatiga - Puluhan warga Salatiga dan sekitarnya menjadi korban penipuan skema investasi WPONE, dengan kerugian mencapai miliaran rupiah. Mereka mengadukan nasibnya ke Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Salatiga, dengan harapan bisa mendapatkan kembali uang mereka.
Para korban mengatakan bahwa mereka tertarik dengan janji keuntungan besar dari aplikasi WPONE, yang mengklaim bisa menghasilkan profit berlipat ganda dalam waktu singkat. Namun, setelah menyetor uang, mereka tidak bisa menarik kembali dananya.
Salah satu korban, Sri, mengungkapkan bahwa ia telah menyetor Rp20 juta ke aplikasi WPONE, tetapi tidak bisa menarik kembali uangnya. "Saya sudah setor semua tabungan saya. Awalnya bisa ditarik sedikit demi sedikit, tapi sejak bulan lalu sudah tidak bisa lagi," ungkapnya.
Dari data sementara yang dihimpun oleh LCKI Salatiga, sebanyak 25 orang telah melaporkan kerugian mereka, dengan total mencapai hampir Rp1 miliar. Namun, diperkirakan jumlah korban bisa jauh lebih besar, dengan akumulasi dana yang tersedot mencapai miliaran rupiah.
LCKI Salatiga menduga bahwa skema investasi WPONE ini dijalankan dengan sistem up-line, di mana oknum berinisial AS dan FT diduga berperan sebagai dalang utama. Pengacara Joko Tirtono, S.H., menyatakan bahwa kasus ini harus diusut tuntas dan para pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya.
LCKI Jawa Tengah telah mengambil langkah untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dan meminta agar pemerintah lebih ketat dalam mengawasi aplikasi investasi ilegal. Para korban berharap agar kasus ini bisa segera terungkap dan mereka bisa mendapatkan kembali uang mereka.