SUARA RAKYAT
0
Labulianews.id, (7/3/2025) Lombok Tengah, NTB (6/3/2025) - Keluarga korban penganiayaan yang melibatkan oknum polisi, inisial LS dengan Lalu AD meminta kepada Polres Lombok Tengah untuk mengungkap motif di balik peristiwa tersebut. Hal itu diutarakan Anto ke faktantb.com seusai Lalu AD menjalani pemeriksaan di Polres Loteng, Kamis, 6/3/2025.
Menurut Anto, Lalu AD dalam kasus tersebut hari ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polres Lombok Tengah pada Kamis, 6/3/2025. Ia mengalami luka berat pada tangan kanannya, nyaris putus akibat peristiwa penganiayaan yang terjadi di depan Puskesmas Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada 8 Februari 2025 sekitar 05.00 WITA
Kepada faktantb.com, Lalu AD mengatakan peristiwa itu berawal karena oknum Polisi, inisial LS diduga berusaha mengganggu dan merayu istrinya melalui WhatsApp. Ia kemudian bertemu dengan oknum Polisi tersebut di halaman Puskesmas Sengkol sekitar jam 5 pagi yang berakhir dengan peristiwa penganiayaan.
"Saya sudah beberkan ke penyidik mulai dari awal hingga peristiwa penganiayaan itu terjadi" kata Lalu AD ke faktantb.com (6/3/2025)
Keluarga korban, Anto meminta agar penyidik dapat mengungkap kebenaran dan tidak mengaburkan fakta-fakta. Mereka juga meminta agar Polres Lombok Tengah segera menemukan HP Lalu AD yang diduga diambil oleh oknum Polisi tersebut. Ia mengatakan di HP tersebut terdapat bukti petunjuk sehingga terjadi peristiwa penganiyaan tersebut
" Penyidik harus menemukan HP milik Lalu AD dan mengungkap motif peristiwa penganiyaan yang melibatkan oknum Polisi tersebut" kata Anto
Ia bersama keluarga dan masyarakat akan mengawal kasus ini agar benar benar mendapatkan kepastian hukum yang seadil adilnya dan prosesnya sesuai KUHAP.
Sementara itu Kapolres Lombok Tengah yang dikonfirmasi melalui Kabid Humas IPTU. Lalu Brata Kusnadi, hingga berita ini dimuat belum bersedia memberikan keterangannya. (ms)
Polres Loteng Diminta Ungkap Motif Penganiayaan yang Melibatkan Oknum Polisi
Labulianews.id, (7/3/2025) Lombok Tengah, NTB (6/3/2025) - Keluarga korban penganiayaan yang melibatkan oknum polisi, inisial LS dengan Lalu AD meminta kepada Polres Lombok Tengah untuk mengungkap motif di balik peristiwa tersebut. Hal itu diutarakan Anto ke faktantb.com seusai Lalu AD menjalani pemeriksaan di Polres Loteng, Kamis, 6/3/2025.
Menurut Anto, Lalu AD dalam kasus tersebut hari ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polres Lombok Tengah pada Kamis, 6/3/2025. Ia mengalami luka berat pada tangan kanannya, nyaris putus akibat peristiwa penganiayaan yang terjadi di depan Puskesmas Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada 8 Februari 2025 sekitar 05.00 WITA
Kepada faktantb.com, Lalu AD mengatakan peristiwa itu berawal karena oknum Polisi, inisial LS diduga berusaha mengganggu dan merayu istrinya melalui WhatsApp. Ia kemudian bertemu dengan oknum Polisi tersebut di halaman Puskesmas Sengkol sekitar jam 5 pagi yang berakhir dengan peristiwa penganiayaan.
"Saya sudah beberkan ke penyidik mulai dari awal hingga peristiwa penganiayaan itu terjadi" kata Lalu AD ke faktantb.com (6/3/2025)
Keluarga korban, Anto meminta agar penyidik dapat mengungkap kebenaran dan tidak mengaburkan fakta-fakta. Mereka juga meminta agar Polres Lombok Tengah segera menemukan HP Lalu AD yang diduga diambil oleh oknum Polisi tersebut. Ia mengatakan di HP tersebut terdapat bukti petunjuk sehingga terjadi peristiwa penganiyaan tersebut
" Penyidik harus menemukan HP milik Lalu AD dan mengungkap motif peristiwa penganiyaan yang melibatkan oknum Polisi tersebut" kata Anto
Ia bersama keluarga dan masyarakat akan mengawal kasus ini agar benar benar mendapatkan kepastian hukum yang seadil adilnya dan prosesnya sesuai KUHAP.
Sementara itu Kapolres Lombok Tengah yang dikonfirmasi melalui Kabid Humas IPTU. Lalu Brata Kusnadi, hingga berita ini dimuat belum bersedia memberikan keterangannya. (ms)
Via
SUARA RAKYAT